Aahhh.. Akhirnya bioskop Indonesia rame lagi sama gelegar audio-visual film box office Hollywood. Hampir 5 bulan penonton bioskop Indonesia turun banget gara-gara penonton kita yang udah terbiasa sama film Hollywood itu tiba-tiba harus nggak nonton film-film Hollywood, enggan mempertaruhkan harga tiket yang udah mereka bayar untuk kepuasan menonton (padahal film-film yang bukan 'cap' Hollywood nggak kalah bagusnya juga kok).
Terlepas dari permasalahan pajak antara distributor film yang (menurut berita yang saya baca) belum 100% tuntas, tapi toh kita udah bisa nikmatin 2 film box office Hollywood yang ditunggu-tunggu itu. Tapii mesti diinget juga, bahwa mulai munculnya film-film Hollywood jangan membuat kita jadi gak kritis terhadap 'pengemplangan' pajak ditributor film di kasus sebelumnya. Untuk masalah memberantas 'pengemplangan' pajak ini, kita harus sepenuhnya support Pemerintah. Cummaaangaadhhh!
Terlepas dari permasalahan pajak antara distributor film yang (menurut berita yang saya baca) belum 100% tuntas, tapi toh kita udah bisa nikmatin 2 film box office Hollywood yang ditunggu-tunggu itu. Tapii mesti diinget juga, bahwa mulai munculnya film-film Hollywood jangan membuat kita jadi gak kritis terhadap 'pengemplangan' pajak ditributor film di kasus sebelumnya. Untuk masalah memberantas 'pengemplangan' pajak ini, kita harus sepenuhnya support Pemerintah. Cummaaangaadhhh!

