![]() |
| The Art of Doing Nothing |
Bukan gombal, bukan bokis. Tapi kata "surga" ini emang personifikasi yang paling PAS untuk mahakarya Tuhan yang satu ini: GILI NANGGU.
Pulau kecil yang cuma seluas 12,5 hektare (yaelah, lari-lari keliling pulau palingan cuma 20menit-an) itu punya daya tarik tersendiri buat saya. Pasir putihnya yang sehalus bedak bayi itu kontan bikin saya langsung guling-guling tanpa peduli diliatin sama 2 bule Eropah yang lagi asik berjemur. Saya yakin, mereka berdua pasti berceloteh: "Honey, how can that Dugong cast over to Nanggu?" eerrr *ini ngibul*
Ombak yang tenang bikin ikan-ikan cantiknya munjul-munjul mempir ke deket garis pantai, cakepp!! Air pantai baru setinggi betis aja, ikan-ikannya udah bisa kelihat jelas.
Ombak yang tenang bikin ikan-ikan cantiknya munjul-munjul mempir ke deket garis pantai, cakepp!! Air pantai baru setinggi betis aja, ikan-ikannya udah bisa kelihat jelas.
Airnya jernih, udah pasti! Gak ada sampah plastik, gak ada kaleng kosong coca-cola, nggak ada kertas pembungkus gorengan, dan nggak ada pembalut bekas yang tiba-tiba berserak dan 'nyangsrang' di salah satu dahan kering di pinggir pantai.! Gak ada itu, gak ada!
Yang berserakan cuma si pasir halus, pecahan karang-karang, cangkang-cangkang, dan bintang laut yang udah mati.
Pulau kecil di Lombok Selatan ini, terapit sama Gili Tangkong dan Gili Sudak (begitu yang saya lihat di depan saya, dan setelah saya search di google, namanya ya itu tadi).
Perjalanannya kurang-lebih 20 menit dari Pelabuhan Lembar dan 15 menit nyeberang pakai perahu motor dari Tawun (semacam semi-pelabuhan untuk menuju ke pulau-pulau kecil disekitar situ).
Pulau kecil di Lombok Selatan ini, terapit sama Gili Tangkong dan Gili Sudak (begitu yang saya lihat di depan saya, dan setelah saya search di google, namanya ya itu tadi).
Perjalanannya kurang-lebih 20 menit dari Pelabuhan Lembar dan 15 menit nyeberang pakai perahu motor dari Tawun (semacam semi-pelabuhan untuk menuju ke pulau-pulau kecil disekitar situ).
FYI, Rute yang harus ditempuh dari arah Mataram adalah: perjalanan ke arah Pelabuhan Lembar. Nah, setelah melihat gerbang besar bertuliskan "Pelabuhan Lembar" jangan masuk, tapi belok ke kiri. Ikutin terus jalan kecil beraspal mulus melewati pantai yang banyak ditumbuhi pohon bakau sampai ke Tawun. Nah, nyebrang deh..
Sewa perahu disana, gak bisa rame-rame.. Maksimal 6 orang, jadi yah persiapkan sekitar 200-300 ribu untuk penyebrangannya yah ;)
Cuma ada satu penginapan di sini: Gili Nanggu Cottages & Bungalow, yang menurut abang-abang yang mengantar saya menyebrang ke Gili Nanggu, adalah milik seorang pengusaha tiongkok di Jakarta. Psstt ini rahasia kita aja ya...
Hehe, untuk memuaskan dan memanjakan kalian sama The Private Island ini, yuk ah cekidot foto-foto dibawah ini yang merupakan penerjemahan mahakarya Tuhan kedalam kamera saya :p *tsaaahh...
Cuma ada satu penginapan di sini: Gili Nanggu Cottages & Bungalow, yang menurut abang-abang yang mengantar saya menyebrang ke Gili Nanggu, adalah milik seorang pengusaha tiongkok di Jakarta. Psstt ini rahasia kita aja ya...
Hehe, untuk memuaskan dan memanjakan kalian sama The Private Island ini, yuk ah cekidot foto-foto dibawah ini yang merupakan penerjemahan mahakarya Tuhan kedalam kamera saya :p *tsaaahh...
Grid : Canon EOS 550d




jengtera..
ReplyDeletecerita kamu bikin saya pingin ke gili nanggu nih..
ditunggu cerita-cerita lainnya.. saya selalu ngikutin blog kamu nih. sekarang update-nya agak jarang yah?? :(
Aih! envy you jeng..
ReplyDeletekeep writing 'bout your traveling ya..
i like your blog!
Terimakasih...
ReplyDelete@Sisca: Thankyou. Pasti! :)