Pages

Jul 4, 2011

Journey of a Thousand Miles

2 Juli 2004
Kisah cinta dua remaja culun dan lugu dimulai dengan mengucap kata "hari ini kita jadian yaaa.." aayeyy!
What do you expect sih sama roman cintanya anak kuliahan smester 3? Tapi jangan salah, biar culun tapi bukan culun biasa. haha.

Niat luhur kita berdua untuk jaga baik-baik masa penjajakan itu nggak serta merta dikasi jalan yang mulus. Adaaa aja kerikil-nya. Yaa faktor keluarga, ya faktor pekerjaan sampe ya faktor orang ke-tiga. Tapi nggak pernah disesali kok, karna saya percaya sama yang namanya PROSES. Yap, yang ketika itu dilewatin adalah Proses untuk menjadi dewasa. Dan yes, proses yang gak mulus itu mengalir seiring kematangan berfikir kita berdua. Tidak lagi berusaha menyatuka Ego, tapi kita memilih membentuk Ego baru dimana ego masing-masing bisa bertemu dan jalan beriringan.

Siapa sih pelopor pernyataan "pacaran lama-lama nanti akhirnya Putus" ?
Lebih baik percaya sama kata-kata "Kalau jodoh, nggak akan kemana.." deh, ini lebih mengandung energi positif ketimbang kalimat pertama yang justru bakalan bikin hubungan diuber-uber 'dateline' pernikahan yang sebenernya pasangan belum siap.

Saya dan Suami, lebih milih untuk nunggu sampai kita berdua benar-benar udah merasa saling membutuhkan lebih dari sekedar ikatan pacaran. Saling yakin kalau pasangan adalah orang yang tepat aja butuh waktu bertahun-tahun. Ini benar, ketimbang harus ngehabisin waktu seumur hidup bersama orang yang salah. *aih mateekk*

Ketika akhirnya saya menikah dengan doi, kami udah masuk tahun ke 6 hubungan saling kenal, mengerti, menyayangi, dan menghargai.

So guys, patahin berkeping itu kalimat "pacaran lama-lama nanti akhirnya Putus". Saya bukti nyata, juga beberapa kawan saya, kalau justru pacaran yang lama (dalam konteks pacaran yang wajar) itu untuk lebih saling mengenal dan yakin satu sama lain.
ayeeyy!!

2 Juli 2011 Hari ini...


No comments:

Post a Comment